@enorwl 9

Tidak ada komentar
Jika ia yang kamu cinta lebih bahagia tanpa adanya dirimu, apakah kamu mau meninggalkannya? susah memang, namun bukan berarti tidak bisa. Toh, esensi meninggalkan dan ditinggalkan adalah "berbahagia tanpa", bukan "bersedih dengan".
Saya belajar banyak, banyak sekali. Menerima walau tak diterima, merelakan pergi ia yang menginginkan saya pergi, ikut berbahagia saatia yang saya cinta berbahagia tanpa saya. Dan diakhir paragraf ini, saya menjawab pertanyaan tersebut dengan "Iya, saya akan pergi, berbahagialah kamu tanpa saya."

Tidak ada komentar :

Posting Komentar